Tak Sekadar Memberitakan: “Ketika Jurnalis Menjadi Suara Korban”

Nursadah adalah seorang jurnalis perempuan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengawali karirnya sebagai jurnalis magang  di Koran Harian Pos Kita pada 2008.  Perempuan kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan pada  22 Agustus 1986  awalnya  hanya sekedar iseng untuk menjadi seorang jurnalis, namun setelah menggelutinya dunia jurnalisme menjadi asyik dan menantang baginya.  Perempuan yang akrab disapa Sadah ini, dalam menjalani profesi sebagai jurnalis bukanlah hal mudah, mulai proses liputan hingga penulisan berita, semua memiliki tantangannya sendiri namun dengan kegigihan untuk terus berproses dan belajar membuat Sadah terus bertahan sampai saat ini

Dua tahun menjadi jurnalis, Sadah bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan langsung diangkat menjadi pengurus yakni sebagai bendahara. Komitmen yang cukup kuat selama 14 tahun dalam membesarkan organisasi Jurnalis ini membawa ibu dari 4 orang anak dipercaya oleh anggota AJI untuk memimpin Organisasi ini, dia terpilih menjadi ketua AJI Kendari untuk periode 2024-2027.

Profesi sebagai jurnalis kurang lebih 17 tahun, Sadah sempat bergabung di beberapa media hingga pada akhirnya di 2023 lalu,  ia memutuskan untuk mendirikan media online sendiri yang diberi nama ADASWARA.COM. Media itu dirintis secara mandiri dan diperuntukkan sebagai media alternatif yang hanya fokus pada isu lingkungan, marginal, dan kesehatan. Sejalan dengan kerja-kerja AJI yang mendorong publikasi isu-isu marginal, lingkungan, dan masalah sosial lainnya, ia pun mulai menjalankan kerja-kerja kolaborasi dengan CSO lokal yang fokus pada isu yang diantaranya  Rumpun Perempuan Sultra (RPS), WALHI Sultra, PUSPAHAM, KOMDES, Komunitas TERAS, Jaringan Perempuan Pesisir, LBH Kendari, dan beberapa organisasi masyarakat sipil lainnya.

Tahun 2022 melalui program Inklusi Sadah di percaya menjadi Ketua Forum Media, forum ini dibentuk bertujuan untuk menghimpun para jurnalis untuk bersama sama peningkatan kapasitas terkait Isu GEDSI dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas jurnalis dalam memahami dan mengintegrasikan perspektif GEDSI kedalam praktik jurnalistik, pemberitaan yang ditulis dan dapat memperkuat keberpihakan pada kelompok rentan agar suara, permasalahan dan pengalaman mereka dapat terwakili secara adil dalam pemberitaan. Selain itu forum media di harapkan dapat mendorong para jurnalis menjadi agen perubahan melalui pemberitaan yang dapat meningkatkan kesadaran publik dan respons terhadap persoalan kekerasan serta ketidakadilan, sehingga jurnalis diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan yang inklusif, berperspektif korban, etis, dan berkontribusi pada perubahan sosial.

Sejak bergabung di Forum Media dan banyak berinteraksi  serta  bekerja kolaboratif dengan RPS serta CSO lainnya , Ketua AJI  tidak hanya fokus pada kerja-kerja jurnalistik semata yang hanya sekedar menulis pemberitaan, tetapi Sadah juga aktif memberikan pendampingan kepada korban-koban kekerasan terhadap perempuan dan anak,  korban pelanggaran HAM, serta masyarakat korban dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas perusahaan tambang maupun perkebunan sawit yang tengah marak di Sulawesi Tenggara.

Sebagai Tim Anggota Advokasi, Sadah aktif melakukan Pendampingan/ advokasi secara langsung terhadap beberapa kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak diantaranya advokasi ke Polresta Kendari untuk memastikan kerja penyidik Polres Kendari, dengan melakukan konsultasi langsung berkas korban sebelum pelimpahan atau di serahkan ke Kejaksaan & memastikan pelaku sudah berada dalam tahanan Kejaksaan Negeri Kendari. Advokasi lain yang dilakukan adalah bersama Penyidik, Tim Advokasi RPS, UPTD PPA Konawe melakukan pendampingan korban kekerasan seksual anak yang diruda paksa hingga hamil untuk melaporkan pelaku setelah beberapa proses pelaporan pelaku tidak ditetapkan sebagai tersangka, advokasi ini berhasil menetapkan pelaku sebagai tersangka. Tidak sampai disitu, Sadah bersama tim advokasi RPS dan LSM lainnya juga mendapingi korban & anaknya saat melakukan Tes DNA di Poliklinik Polres Konawe. Aktivitas lain yang dilakukan adalah bersama Tim Advokasi melakukan Koordinasi ke Penyidik Polres Konawe dan  memastikan berkasa perkar Korban sudah sesuai dengan pernyataan korban, serta sudah sesuai dengan Undang Undang & pasal yang diterapkan. Sebagai jurnalis, Sadah memiliki pemikiran dan cara tersendiri dalam mengawal kasus, terkhusus kasus perempuan dan anak. Pemberitaan berkaitan dengan kasus tersebut disajikan dengan mengutamakan kepentingan dan mempertimbangkan dampak psikologis korban agar tidak menimbulkan trauma. Selain hal itu, sadah juga sering memberikan edukasi kepada para jurnalis lain cara pemberitaan untuk melindungi korban. Media perlu hadir untuk ikut memberikan edukasi dan fungsi kontrol dalam penanganan hukum dan keberpihakan terhadap korban.  Derasnya arus informasi digital, Perempuan berkerudung ini percaya bahwa suara rakyat tetap harus menjadi bagian penting dalam mendorong kebijakan dan keberpihakan, olehnya itu seorang jurnalis tidak hanya memberitakan, tetapi menyuarakan kepentingan kelompok yang menjadi korban ketidakadilan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *